Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) menyelenggarakan Program Beasiswa Retooling Kompetensi Vokasi bagi Dosen Pendidikan Tinggi Vokasi.

Tujuannya untuk mendukung program revitalisasi politeknik, mendukung persiapan mendirikan program Magister Sains Terapan (MST), dan memperkuat kualitas program sertifikasi /Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)/Tempat Uji Kompetensi (TUK).

Dalam kesempatan ini Politeknik Unisma Malang mengirim salah satu Dosen terbaik di Program Studi Teknik Mesin (Arianti Kusumawardhani, S.T., M.M.) untuk mengikuti program retooling tersebut yang diselenggarakan di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) selama 1 bulan.

Program pelatihan retooling yang diselenggarakan di PENS ini diikuti oleh ± 50 orang peserta dari berbagai Institusi Perguruan Tinggi di Indonesia. Kelima puluh peserta dibagi ke dalam tiga skema pembelajaran, yakni Skema Autodesk Certification User sebanyak 15 peserta, Skema Oracle WebLogic sebanyak 13 peserta, serta Skema Oracle Database sebanyak 22 peserta. Tidak hanya pelatihan yang diisi oleh dosen PENS serta pengajar dari PT. Inixindo, juga terdapat ujian sertifikasi untuk masing-masing skema.

Setelah satu bulan menjalani program ini, para peserta retooling yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia tentunya mendapat kesan tersendiri selama mengikuti kegiatan ini. Mereka berharap agar tali silaturahim tetap terus dijaga selepas berakhirnya pelatihan ini. Dalam kesempatan ini Ibu Arianti Kusumawardhani, S.T., M.M. yang ditunjuk menjadi perwakilan peserta untuk menyampaikan pesan dan kesan selama mengikuti kegiatan pelatihan retooling  tersebut menyampaikan, “Pelaksanaan dari pihak PENS sendiri sudah sangat baik dan terencana. Tentornya juga sangat membantu baik dari latihan soal yang diberikan maupun dengan mereka yang responsive dengan pertanyaan-pertanyaan kami. Semoga dengan ikut program ini, mereka bisa lebih menguasai bidangnya, dan untuk yang berhasil lulus, semoga sertifikasi internasional ini bisa menunjang kemampuan mereka. Alhamdulillah yang saya dapatkan selama pelatihan disini (PENS) sudah sesuai dengan yang saya harapkan. Semoga bisa terus sharing kedepannya sehingga bisa berdampak baik bagi pengembangan kurikulum di Indonesia."

 

Share this post on: