Sambut Revolusi Industri, Politeknik Unisma Malang Kenalkan Teknopreneur Aswaja

Malang – Politeknik Unisma Malang menghadirkan teknopreneur ahlus sunnah wal jamaah (teknopreneur aswaja) untuk menyambut revolusi industri.

Satu-satunya politeknik yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama di Jawa Timur ini membekali mahasiswanya dengan nilai-nilai aswaja. Teknopreneur yang aswaja tetap diutamakan dengan komitmen siap bersaing di dunia revolusi industri saat ini.

Ana Nuril Achadiyah, ST., MT Wakil Direktur Politeknik Unisma menjelaskan kompetensi dan keterampilan mahasiswa menjadi prioritas lulusan untuk dapat bersaing di era revolusi industri.

“Meski begitu, Politeknik berbasis teknopreneur ini tidak lupa dengan ruhnya yaitu aswaja. Tentu dengan meningkatkan SDM dan perangkat lainnya untuk menunjang lulusan terbaik, one man one tool,” katanya.

Ia menambahkan bahwa saat ini kampus harus berani bersaing di era revolusi industri. Politeknik Unisma Malang menelorkan banyak karya produksi yang sudah digunakan masyarakat, seperti alat pemotong padi, Siput (sisir rumput), alat pemotong kentang dan lain-lain.

“Alhamdulillah, karya mahasiswa kami dapat apresiasi dari masyarakat. Sekarang mau panen padi gak perlu manual, mereka memanfaatkan teknologi yang berbentuk kereta dorong tersebut,” jelas perempuan berkacamata itu.

Ana menegaskan bahwa pihaknya tidak mengacu kepada money oriented tapi barokah oriented. Menurutnya, hal itu yang dipelajari dari Alm. Prof. Dr. KH Muhammad Tholhah Hasan. Nilai-nilai aswaja harus diimplementasikan di lapangan kerja agar ruh aswaja tetap terjaga.

“Kita harus ikhlas karena logika matematika kadang tidak cukup, tapi logila Sang Kuasa bisa mengatur segalanya,” katanya.

Untuk diketahui, Politeknik Unisma Malang ini berdiri sendiri di luar Universitas. Bahkan Politeknik yang berada di Jl. Mayjen Haryono No. 193 Kota Malang ini berdiri independen secara akademik sejak 2002.

“Mulai 2016 akhir, kami sudah mandiri dari Unisma. Ibarat makan, kami masak sendiri, meracik sendiri dan menjual menu sendiri,” tuturnya.

Oleh karena itu, menyambut revolusi industri, Politeknik Unisma Malang mengangkat Teknopreneur Aswaja sebagai landasan prospek kelulusan alumninya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top